Makna Simbolis Kesenian Bantengan Putro Tunggul Sari Sebagai Identitas Budaya Kabupaten Malang

Authors

  • Ananda Yunia Nura Fraizilla Universitas Insan Budi Utomo
  • Rizki Agung Novariyanto Universitas Insan Budi Utomo

DOI:

https://doi.org/10.56916/ejip.v4i4.2144

Keywords:

Symbolic Meaning , Bantengan Art , Cultural Identity

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis makna simbolis dari pertunjukan Kesenian Bantengan Putro Tunggul Sari di Desa Gunungsari guna untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat Gunungsari dan memperkuat peran bantengan sebagai identitas budaya yang masih hidup dan berkembang hingga saat ini. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Untuk menjawab mengenai makna simbolis digunakanlah teori dari Suzane K. Langer yang menyatakan bahwa simbol memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan makna estetis suatu fenomena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen dalam pertunjukan kesenian bantengan penuh dengan makna simbolis yang mencerminkan nilai-nilai budaya dan spiritual. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam membantu pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional di Kabupaten Malang serta untuk mempromosikan budaya lokal kepada dunia luar.

References

Afifah, D. N., & Irawan, I. (2021). Upaya pelestarian kesenian Bantengan di wilayah Prigen Kabupaten Pasuruan (dalam perspektif tindakan sosial Max Weber). Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 1(5), 547–557.

Aprelyanti, Z., & Salmia, S. (2024). Elemen Dasar Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar. JURNAL SARAWETA, 2(2), 185-195.

Astini, P. A., Dewi, M. C. P., Dewi, N. M. L. A., Gunawan, B. T., & Angelie, I. G. A. N. R. (2024). Pentingnya Kolaborasi Teknologi Dan Budaya Lokal Dalam Memperkuat Identitas Bangsa Untuk Mewujudkan Indonesia Emas. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR), 4, 104-114.

Cai, H. (2024). A way out of the predicament of social sciences in the 20th century: A dialogue with Clifford Geertz’s essay “Thick description: Toward an Interpretive Theory of Culture”. International Journal of Anthropology and Ethnology, 8(2).

Desprianto, Darma, R. (2013). “KESENIAN BANTENGAN MOJOKERTO KAJIAN MAKNA SIMBOLIK DAN NILAI MORAL” 1, no. 1

Faris, A., Khoyyum, A., Thoriqoh, I. U., & Nisak, L. (2017). SENI TRADISIONAL BANTENGAN DI DUSUN BORO PANGGUNGREJO GONDANGLEGI MALANG: SEBUAH KAJIAN ETNOGRAFI. Jurnal Penelitian Ilmiah INTAJ, 1(1), 49–76.

Herrmann, L. (2021). Revisiting Suzanne Langer’s philosophy of art in the age of digital aesthetics. Contemporary Aesthetics, 19, 45–58.

Hesawati, V. A., & Susilo, Y. (2022). MAKNA SIMBOLIK TARI REYOG KENDHANG DI DESA GENDINGAN KECAMATAN KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG KAJIAN FOLKLOR.

Jannah, M., Effendi, R., & Susanto, H. (2021). Kesenian Tradisional Masukkiri Masyarakat Bugis Pagatan Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Prabayaksa: Journal of History Education, 1(2).

Khoirunnisa, R. (2022). Pertunjukan Berdah dalam Upacara Perkawinan di Desa Rantau Mapesai, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Jurnal Laga-Laga, 8(1).

Lintang, F. L. F., & Najicha, F. U. (2022). Nilai-nilai sila persatuan Indonesia dalam keberagaman kebudayaan Indonesia. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 11(1), 79-85.

Nabilatunnisa, S. A., & Salsabilah, A. (2022). Kesenian Sebagai Cermin Identitas Budaya. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra (e-ISSN: 2797-0477), 2(04), 21-26.

Nastiti, K. L. (2020). Bantengan: Antara Kepercayaan Islam Dan Kepercayaan Lokal. Malang: Program Studi Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya.

Nurhasanah, L., Siburian, B. P., & Fitriana, J. A. (2021). Pengaruh globalisasi terhadap minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional indonesia. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 31-39.

Nurhayati, D. U. (2019). Gagasan Ki Hajar Dewantara Tentang Kesenian dan Pendidikan Musik di Tamansiswa Yogyakarta. PROMUSIKA, 7(1), 11–19.

Nursilah, M. S., Yusnizar Heniwaty, S. S. T., & Tuti Rahayu, D. (2024). Seni dan identitas budaya di Indonesia. Takaza Innovatix Labs.

Rai, S. I Wayan. (2021). Penciptaan karya seni berbasis kearifan lokal Papua. Aseni & Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua. ISBN 978-623-7185-18-5. Retrieved from https://repo.isi-dps.ac.id/4382/

Ridho, A. F., & Nugraha, I. F. (2024). Praktik Massompek Sebagai Prinsip Penyebaran dan Ketahanan Diaspora Bugis di Wilayah Maritim Indonesia-Malaysia. Student Research Journal, 2(6), 119-136.

Rowe, M. W. (2019). Suzanne Langer and the contemporary theory of art. Journal of Aesthetics and Art Criticism, 77(2), 139–150.

Susen, S. (2024). The Interpretation of Cultures: Geertz Is Still in Town. Sociologica – International Journal for Sociological Debate, 18(1), 25-63.

Utami, M. A., & Cindrakasih, R. R. (2023). “Struktural Functionalism sebagai Proses Transmisi Kesenian Bantengan Kota Batu” 5, no. 2.

Downloads

Published

2025-10-09

How to Cite

Nura Fraizilla, A. Y. ., & Novariyanto, R. A. . (2025). Makna Simbolis Kesenian Bantengan Putro Tunggul Sari Sebagai Identitas Budaya Kabupaten Malang. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(4), 1656–1667. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i4.2144

Issue

Section

Articles