Kelayakan Antropologi Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala Sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra Fase F

Authors

  • Lu'lu' Ulkhofiyatun Nida Universitas Negeri Semarang
  • Suseno

DOI:

https://doi.org/10.56916/ejip.v4i4.2200

Keywords:

Antropologi sastra Novel , Bahan ajar , Apresiasi sastra Fase f

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan nilai antropologi sastra yang terkandung di dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan model analisis Crewell. Fokus penelitian diarahkan pada enam aspek antropologi sastra menurut Koentjaraningrat, yaitu peralatan hidup manusia, mata pencaharian hidup, sistem kemasyarakatan, sistem bahasa, sistem pengetahuan, dan sistem religi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Gadis Kretek merepresentasikan sosial budaya masyarakat Jawa secara mendalam. temuan tersebut tidak hanya memperkaya khazanah studi sastra Indonesia, tetapi juga menawarkan perspektif baru yang diharapkan dapat memberikan kebermanfaatannya bagi ilmu interdisipliner sastra dan antropologi sebagai alternatif bahan ajar apresiasi sastra fase f.

References

Akbar, M., & Maruf, A. I. (2023). Ek-Aspek Edukatif Dalam Novel Sepasang Angsa Putih Untuk Palupi Karya Marliana Kuswanti: Tinjauan Psikologi Sastra Serta Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Di Sma. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Didipu, H. (2020). Kritik Sastra: Tinjauan Teori dan Contoh Implementasi. Zahir Publishing: Yogyakarta.

Dwi, dkk. (2025). Pengembangan Modul Ajar Bahasa Indonesia Responsif Budaya Untuk Meningkatkan Literasi Baca Siswa Di Mtsn Kota Batu. Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran 20 (20).

Endraswara. (2015). Model pembelajaran antropologi sastra berbasis kearifan lokal untuk penanaman karakter berpikir positif. Sasindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 3 (1).

Geertz, Clifford. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Kinanti, Anggi Beta. (2022). Dimensi kearifan lokal masyarakat Sumba dalam Novel Melangkah Karya JS Khairen (kajian antropologi sastra). Bapala 9 (7), 16-30.

Kusumastuti, A., dan Ahmad. M. K. (2019). Metode penelitian kualitatif. Lembaga Pendidikan. Kota Semarang: Sukarno Pressindo (LPSP).

Lestari, A. (2020). Cerpen" Bunga Layu di Bandar Baru" Karya Yulhasni sebagai Bahan Ajar. Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya 3 (1), 8-17.

Mahfudoh. (2023). Literary Anthropology Analysis of Nyoman Kutha Ratna in Telegram Titik Novel Habis by Fathullah Wajdi. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra 6 (2), 289-305.

Maulidiah, dkk. (2018). kajian antropologi sastra dan nilai pendidikan dalam cerita rakyat kalantika serta relevansinya sebagai bahan ajar di smp. basastrA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6 (1), 200-215.

Mawaddah. (2021). Unsur budaya dalam novel karya a. Hasjmy (kajian postkolonialisme). Master Bahasa 9 (2), 537-545.

Mulia, T., dan U'um, Q. (2023). Kelayakan Novel Burlian Karya Tere Liye Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Sastra Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Salingka 20 (1), 51-64.

Ntelu, N., dan Bagtayan, Z. A. (2024). Analisis Antropologi Sastra dalam Novel 5 Menara Karya Ahmad Faudi. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya 14 (1), 86-96.

Nuriah, dkk. (2022). Antropologi Sastra Dalam Novel Segala yang Diisap Langit Karya Pinto Anugrah.Indonesian Research Journal on Education 2 (3), 1255-1263.

Putra, dkk. (2023). Kajian Antropologi Dalam Novel Hyouka Karya Yonezawa Honobu. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JIPBSI). 7 (2), 57-63.

Ramadhanty, dkk. (2022). Antropologi sastra dalam kumpulan cerita rakyat Ogan Komering Ilir. Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia) 12 (1), 26-38.

Ratna, I. N. K. (2019). Antropologi Sastra: Mata Rantai Terakhir Analisis Ekstrinsik. MABASAN, 5(1), 39–50.

Saputra, dkk. (2022). Struktur dan bentuk akulturasi budaya pada novel Merdeka Sejak Hati karya Ahmad Fuadi sebagai bahan pembelajaran sastra. Jubah Raja: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran 1 (1), 26-39.

Setiawati, dkk. (2023). Unsur dan Fungsi Budaya Masyrakat Jawa dalam Novel Para Priyayi Karya Umar Kayam (Tinjauan Antropologi Sastra). Jambura Journal of Linguistics and Literature 4 (1), 121-132.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D dan Penelitian Pendidikan). Bandung: Alfabeta.

Teeuw. A. (2015). Sastra dan Ilmu Sastra. Bandung: PT. Dunia Pustaka Jaya.

Wijayanti. (2023). Representasi budaya Jawa dalam novel Love in Lumajang karya AC Agni: Kajian antropologi sastra. SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 11 (2), 105-119.

Yusliyanto, A. (2020). Budaya Lokal Masyarakat Batak dalam Novel Menolak Ayah Karya Ashadi Siregar (Kajian Antropologi Sastra Clyde Kluckhohn). Bapala 6 (1), 1-14.

Yusuf, N.M. (2020). Akulturasi Budaya dalam Novel Merdeka Sejak Hati Karya Ahmad Fuadi dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Sastra di Sekolah. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1-21.

Zharifa, dkk. (2024). Analisis Antropologi Sastra Dalam Novel Mangirurut Karya Bakhsan Parinduri Sebagai Alternatif Bahan Ajar di SMA. Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya. 126-143.

Downloads

Published

2025-10-27

How to Cite

Nida, L. U., & Suseno. (2025). Kelayakan Antropologi Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala Sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra Fase F. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(4), 1854–1871. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i4.2200

Issue

Section

Articles