Strategy of Education Office in Completing Compulsory Basic Education in District of Waigeo Barat Daratan Raja Ampat

Authors

  • Siska Maro Universitas Negeri Yogyakarta
  • Nurtanio Agus Purwanto Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.56916/jirpe.v4i2.1273

Keywords:

compulsory basic education, education, srategy

Abstract

This study is significant because it addresses the critical issue of secondary school dropout rates in Raja Ampat, a region with unique geographic and socio-economic challenges. By evaluating the strategies of the Department of Education, identifying key contributing factors, and assessing intervention efforts, this study provides actionable insights to improve education policies and programs. This study was conducted in 2024 using data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The validity of the data in this study used qualitative methods, so that validity testing using triangulation techniques was carried out by including time for observation, interviews, and documentation. These findings can help policymakers, educators, and local stakeholders in designing targeted solutions to improve access to and completion of compulsory basic education, which ultimately drives long-term social and economic development in underserved island communities. This study uncovers gaps in policy implementation, such as a 30% shortage in teacher coverage and only 40% of schools meeting facility standards, while identifying root causes such as poverty (where 60% of dropouts cited financial constraints) and remote access (45% of villages do not have adequate school infrastructure). Despite these challenges, the Pursuit School Program increased enrollment by 200 students in West Waigeo District (2022–2023) and the study findings suggest that the Department of Education’s strategy for completing compulsory education is still lacking. In addition, this study contributes to SDG 4 (Quality Education) by advocating for context-specific solutions to reduce gaps in completion of compulsory education, offering a model for similar areas facing similar challenges.

References

Andayani, L. D., Yusuf, M., Mambang, & Toun, N. R. (2021). Strategi pemerintah daerah dalam mengatasi anak putus sekolah (ATS) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Jurnal Ilmiah Pendidikan Sosial, *8*(2), 33–40.

Anggraeni, S. K., Maarif, M. S., Sukardi, & Raharja, S. (2017). Strategi peningkatan daya saing usaha kecil menengah berbasis olahan ikan di Indonesia: Suatu tinjauan. Journal of Industrial Services, *3*(1), 331–341. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jiss/article/view/2106

Aryanto, H., Azizah, M. D., Nuraini, V. A., & Sagita, L. (2021). Inovasi tujuan pendidikan di Indonesia. JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik, *2*(10), 1430–1440. https://doi.org/10.47387/jira.v2i10.231

Benjamin, M., Pati, A., & Singkoh, F. (2017). Strategi dinas pendidikan dalam meminimalisir anak putus sekolah di Kota Bitung. Jurnal Administrasi Pendidikan, *1*(1), 1–12.

Citra, Y., & Fatmawati. (2021). Alasan pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam program Mata Najwa di Trans 7. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, *7*(2), 437–448. https://doi.org/10.30605/onoma.v7i2.1278

Data shows 19,000 students unable to graduate in 2022. (n.d.). Bali Children’s Project. Retrieved May 18, 2025, from https://balichildrensproject.org/data-shows-19000-students-dropped-out-in-2022/

Fatmawati, Y., & Afrizal, S. (2017). Faktor-faktor remaja putus sekolah di Kelurahan Teluk Kabung Utara Kota Padang. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, *7*(2), 1–44.

Febriyanti, N. (2021). Implementasi konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Jurnal Pendidikan Tambusai, *5*(1), 1631–1638.

Febriyanty, R. (2021). Manajemen strategi dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga dalam penanggulangan anak putus sekolah di Kabupaten Karawang. Jurnal Kebijakan Pendidikan, *7*(8), 549–557. https://doi.org/10.5281/zenodo.5792249

Fismanelly, Herman, & Syahril. (2022). Efektivitas Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Permata Bunda sebagai lembaga pendidikan nonformal dalam upaya pengentasan wajib belajar sembilan tahun. Jurnal Pendidikan Nonformal, *4*(1), 92–103.

Fitri, S. F. N. (2021). Problematika kualitas pendidikan di Indonesia. Jurnal Pendidikan Dasar, *5*(1), 1617–1620.

High Indonesian children’s school dropout rate: When should education funds be prepared? (n.d.). VOI. Retrieved May 18, 2025, from https://voi.id/en/bernas/352574

Ilyas, A. A. (2023). Kinerja dinas pendidikan dan kebudayaan dalam mewujudkan wajib belajar 9 tahun (Studi Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka). Jurnal Kebijakan Publik, *3*(1), 81–91.

Irfan, Tahir, M., & Nurhasanah. (2022). Strategi pemerintah desa dalam meningkatkan pendidikan anak putus sekolah di Desa Pai Kecamatan Wera. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, *3*(1), 31–39.

Khoirul, S. A., Mufid, S., & Hazin, M. (2018). Komunikasi dalam implementasi kebijakan pendidikan wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Ngadiluwih. Khazanah Pendidikan, *11*(1), 25–38. https://doi.org/10.30595/jkp.v11i1.2309

Kholiq, I. N. (2019). Fast response garda ampuh dalam penanganan anak muda putus sekolah di Banyuwangi. Jurnal Sosial Humaniora, *10*(2), 405–423.

Kompas. (2022, October 14). Anggaran pendidikan triliunan rupiah, 68.988 anak Papua Barat tidak bersekolah. https://www.kompas.id/baca/humaniora/2022/10/14/anggaran-pendidikan-triliunan-rupiah-68988-anak-papua-barat-tidak-bersekolah

Lestari, A. Y. B., Kurniawan, F., & Ardi, R. B. (2020). Penyebab tingginya angka anak putus sekolah jenjang sekolah dasar (SD). Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, *4*(2), 299–306. https://doi.org/10.23887/jisd.v4i2.24470

Lestari, D. A. I. (2022). The right to education as a basic right in the context of law and Pancasila. Jurnal Hukum dan Pembangunan, *1*(2), 285–306.

Milah, F. N., Ruyadi, Y., & Nurdin, E. S. (2015). Analisis sosial budaya yang memengaruhi pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun. Sosietas, *5*(1), 73–85. https://doi.org/10.17509/sosietas.v5i1.1515

Naldi, A., & Nasution, N. (2022). Analisis pengembangan kurikulum di lembaga pendidikan Islam pada masa new normal. Jurnal Penelitian Pendidikan, *3*(1), 10–20. https://doi.org/10.xxxx/xxxxxx

Nazir, M. (2014). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.

Putra, E. H., Falatehan, A. F., & Harianto. (2023). Strategi peningkatan rata-rata lama sekolah melalui alokasi anggaran bidang pendidikan di Kabupaten Bogor. Jurnal Manajemen Pendidikan, *6*(1), 259–271.

Putra, N., Adiputra, Y. S., & Putri, N. A. D. (2021). Peranan dinas pendidikan terhadap anak putus sekolah di Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan. Jurnal Kebijakan Sosial, *2*(1), 144–150.

Rasyid, I. (2019). Konsep pendidikan Ibnu Sina tentang tujuan pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, dan guru. Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan, *18*(1), 779–790. https://doi.org/10.30863/ekspose.v18i1.368

Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Jurnal Ilmu Komunikasi, *17*(33), 81–95.

Riswan Assa, E. J. R. K., & Lumintang, J. (2022). Faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Sonuo Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Journal Ilmiah Society, *2*(1), 1–10.

Rolos, M. C., Posumah, J. H., & Londa, V. Y. (2022). Implementasi kebijakan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pendidikan gratis siswa sekolah dasar di Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Kebijakan Pendidikan, *8*(1), 1–11.

Sa’adiyyah, A. M., & Kulsum, S. (2021). Peran dinas pendidikan Kabupaten Serang dalam mengimplementasikan program wajib belajar 9 (sembilan) tahun untuk memenuhi hak belajar anak. Pro Patria: Jurnal Pendidikan, Kewarganegaraan, Hukum, Sosial, dan Politik, *4*(1), 20–33. https://doi.org/10.47080/propatria.v4i1.1109

Santika, I. W. E. (2020). Pendidikan karakter pada pembelajaran daring. Jurnal Pendidikan Karakter, *3*(1), 8–19.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Taher, R., Desyandri, & Erita, Y. (2023). Tujuan pendidikan Merdeka Belajar terhadap pandangan filsafat humanisme. Jurnal Pendidikan dan Konseling, *5*(1), 1707–1715.

Tambunan, A. T., Revida, E., & Rujiman. (2020). Partisipasi pemuda dalam meningkatkan program wajib belajar sembilan tahun bagi masyarakat di Kelurahan Denai Kota Medan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, *8*(1), 39–63.

The NCES Fast Facts tool provides quick answers to many education questions. (n.d.). National Center for Education Statistics. Retrieved May 18, 2025, from https://nces.ed.gov/fastfacts/display.asp?id=16

Utami, W. N., & Rosyid, A. (2020). Identifikasi faktor penyebab siswa putus sekolah di tingkat sekolah dasar wilayah Duri Kepa. Jurnal Pendidikan Dasar, *5*(1), 1–10.

Utari, L., Kurniawan, & Fathurrochman, I. (2020). Peranan guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlak peserta didik. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah, *5*(1), 8–15. https://doi.org/10.54892/jmpialidarah.v5i1.53

Wibowo, A., Prabawa, E., & Sugiarto, E. (2021). Manajemen strategi pengelolaan sumber daya maritim di Indonesia. Kebijakan: Jurnal Ilmu Administrasi, *12*(2), 163–170. https://doi.org/10.23969/kebijakan.v12i2.4201

Wicaksono, A., & Siska, Y. (2020). Wajib belajar 12 tahun rekomendasi kebijakan pendidikan menengah universal (PMU). Jurnal Analisis Kebijakan Pendidikan, *1*(1), 844–858.

Wijaya, S., & Trisnawati, T. (2021). Pendekatan andragogi dalam menumbuhkan kesadaran wajib belajar pendidikan dasar pada warga belajar kelompok penyanyi jalanan di Kota Serang. Jurnal Hermeneutika, *7*(2), 1–10.

Downloads

Published

2025-05-31

How to Cite

Maro, S., & Purwanto, N. A. (2025). Strategy of Education Office in Completing Compulsory Basic Education in District of Waigeo Barat Daratan Raja Ampat. Journal of Innovation and Research in Primary Education, 4(2), 350–358. https://doi.org/10.56916/jirpe.v4i2.1273

Issue

Section

Articles