Integrating Ludruk Art Culture in Elementary Pancasila Education

A Needs Analysis

Authors

  • Nafidatul Chusniyah State University of Surabaya
  • Raden Roro Nanik Setyowati State University of Surabaya
  • Ari Metalin Ika Puspita State University of Surabaya
  • Annas Solihin State University of Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.56916/jirpe.v4i3.1575

Keywords:

Pancasila Education, Ludruk Culture, Textbooks, Primary school, Culture-Based Learning

Abstract

Learning Pancasila Education in elementary schools has an important role in instilling national values from an early age. However, in practice, this learning is still dominated by conventional methods that do not associate the material with the local culture. One of the cultural potentials that can be integrated into learning is the art of ludruk, which is full of Pancasila values such as mutual cooperation, deliberation, and justice. This study aims to analyze the need for the development of textbooks based on ludruk culture to increase the effectiveness of Pancasila Education learning in elementary schools. This study uses a qualitative method with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies. The research was conducted at SDN Tambak Wedi 508 Surabaya with 2 Pancasila Education teachers, 1 principal, and 40 students from grades IV and V as participants. The results of the study show that learning is still centered on standard textbooks without the integration of local culture. Teachers face limitations in relevant teaching materials, while students have difficulty understanding the values of Pancasila concretely. However, observations indicate that student engagement significantly improves when ludruk cultural elements are introduced, especially in discussions related to mutual cooperation and justice. In conclusion, the development of ludruk-based textbooks is very necessary to increase students' understanding of Pancasila values while preserving local culture. The recommended textbook should be contextual, interactive, and designed as a supplemental resource that aligns with the current elementary curriculum.

References

Alvionita, I., HS, D. P. S., Rahmawati, E. S., Setywati, B. E., Kurniawan, K., & Indrawari, K. (2025). Analisis Tantangan Pengembangan Bahan Ajar Buku PAI Kurikulum Merdeka pada Kelas 5 SD. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 3(1), 15–20.

Anggraena, Y., Felicia, N., Eprijum, D., Pratiwi, I., Utama, B., Alhapip, L., & Widiaswati, D. (2022). Kajian akademik kurikulum untuk pemulihan pembelajaran.

Bujangga, H. (2024). Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Tradisi Lisan Kekeberen (Suatu Penelitian Etnografi Pada Masyarakat Gayo Aceh Tengah.

Creswell, J. W. (2016). Reflections on the MMIRA The Future of Mixed Methods Task Force Report. Journal of Mixed Methods Research, 10(3), 215–219. https://doi.org/10.1177/1558689816650298

Enjellika, N., & Yudha, R. K. (2024). Implementasi Nilai-Nilai Pancasila berbantuan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Pembentukan Karakter Siswa di SD Negeri 10 Kepahiang. Journal Of Human And Education (JAHE), 4(4), 120–126.

Fahlevi, M. R. (2022). Kajian project based blended learning sebagai model pembelajaran pasca pandemi dan bentuk implementasi kurikulum merdeka. Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, 5(2), 230–249.

Fahmindrayanto, S., & Awaliyah, S. (2025). Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Prosesi Kesenian Jaran Kencak di Desa Kunir Kabupaten Lumajang. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 10–21.

Genua, V., & Hum, M. (2024). Teks Penguatan Karakter Siswa Mulai Dari Wawasan Kebhinekaan Global Untuk Para Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Di Universitas Flores. Yuk Belajar Bahasa Melalui Media Dan Sumber Belajar Di Era Society. YUK BELAJAR BAHASA MELALUI MEDIA DAN SUMBER BELAJAR DI ERA SOCIETY 5.0, 29.

Gianto, G., & Sunanik, S. (2024). Mengembangkan Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal dalam Kerangka Filsafat Pendidikan Islam. SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 38–48.

Hamid, J., Pebriyan, P., & Gusmaneli, G. (2024). Pembelajaran Kontekstual: Solusi Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan. Realisasi: Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain, 1(3), 1–12.

Khanif, M., & Fatoni, A. (2025). Analisis Nilai Kemanusiaan Dalam Ludruk “Sogol Pendekar Sumur Gemuling.” Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(1), 214–218.

Masitha, A. D., Sulistyowati, P., & Yulianti, Y. (2024). E-modul IPS Kekayaan Budaya Indonesia Berbasis Karakter Toleransi dan Cinta Tanah Air Untuk Kelas IV Sekolah Dasar. SITTAH: Journal of Primary Education, 5(2), 179–197.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. sage.

Minsih, M., Tanaya, N. W., Cahyaningtyas, A. L., Nurjanah, A. R., Helzi, H., Utami, R. D., & Fitriyya, M. (2024). Penguatan Pendidikan Multikultural sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Apresiasi terhadap Keberagaman Budaya Indonesia di SB Permai Penang. Buletin KKN Pendidikan, 131–140.

Musdalipa, M. (2025). Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMK Negeri 1 Palopo. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 4(4), 1208–1216.

Nababan, D., & Sipayung, C. A. (2023). Pemahaman Model Pembelajaran Kontekstual Dalam Model Pembelajaran (CTL). Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 2(2), 825–837.

Nugroho, A. N. P. (2023). Ludruk Arts-Based Historical Learning Innovation As An Improvement Of Character. Education And Student Learning Resources.

Perspektif Guru di Pamekasan terhadap Permuseuman dan Kearifan Lokal Madura (2023). http://repository.iainmadura.ac.id/1041/1/BOOK CHAPTER ESAI_2023.pdf

Rahayu, A. S., IP, S., & AP, M. (2024). Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan (PPKn)(Edisi Kedua). Bumi Aksara.

Sapulette, V., & Solissa, E. M. (2024). Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Cerita Rakyat dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran (JRPP), 7(4), 14342–14349.

Sari, T. Y., Kurnia, H., Khasanah, I. L., & Ningtyas, D. N. (2022). Membangun identitas lokal dalam era globalisasi untuk melestarikan budaya dan tradisi yang terancam punah. Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 2(2), 76–84.

Septiani, P. (2023). Implementasi kebijakan kurikulum merdeka belajar dan efektivitas peran guru. PROCEEDING UMSURABAYA.

Setyowati, E., Purnaningsih, E., Saputri, W. A., Erawati, D. S., Rachmadanti, A., Indrawati, M., Husyaiin, W. L., Hikmawati, C. R., Hamzah, A., & Rosniwaty, S. P. (2024). Best practice etnopedagogi di sekolah dasar. Indonesia Emas Group.

Solihin, A., & Habibie, R. K. (2024). Pengaruh Integrasi Budaya Karapan Sapi Berbasis Etnomatematika Terhadap Hasil Belajar Geometri Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 12(8).

Solikah, A. U., Izzah, A., & Valeria, A. H. (2024). Corak budaya Indonesia dalam bingkai kearifan lokal. Uwais Inspirasi Indonesia.

Sukmayani, N. S. (2023). Monograf Kesantunan Bahasa. Deepublish.

Udmah, S., Wuryandini, E., & Mahyasari, P. (2024). Analisis Desain Pembelajaran Culturally Responsive Teaching dalam Konteks Penguatan Literasi Humanistik di Sekolah Dasar. Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran, 7(2), 749–758.

Yaqin, A. (2021). Pendidikan Multi Kultural. Lkis Pelangi Aksara.

Downloads

Published

2025-08-03

How to Cite

Chusniyah, N., Setyowati, R. R. N. ., Puspita, A. M. I., & Solihin, A. (2025). Integrating Ludruk Art Culture in Elementary Pancasila Education: A Needs Analysis. Journal of Innovation and Research in Primary Education, 4(3), 1325–1332. https://doi.org/10.56916/jirpe.v4i3.1575

Issue

Section

Articles