Mengintegrasikan Nilai-Nilai Pluralisme untuk Membangun Karakter Multikultural Siswa
DOI:
https://doi.org/10.56916/ejip.v4i3.1551Keywords:
Pluralisme, Multikulturalisme, pendidikan Islam, toleransi, sekolah dasarAbstract
Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai pluralisme dan multikulturalisme dalam pendidikan Islam di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini merespons kesenjangan pemahaman tentang bagaimana pendidikan Islam dapat berperan sebagai instrumen membangun sikap toleransi dan saling menghormati di antara berbagai kelompok masyarakat yang beragam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian dilaksanakan di SDN 090 Cibiru Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan sembilan siswa, dilengkapi observasi partisipan dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan 83% pembelajaran PAI mengintegrasikan nilai-nilai multikultural melalui integrasi kurikulum yang sistematis, peran guru sebagai fasilitator inklusif, dan pengembangan sikap toleransi melalui kegiatan sekolah yang beragam. Namun, pemahaman siswa terhadap konsep kompleks seperti keadilan masih terbatas pada 33% responden. Penelitian mengungkap tantangan meliputi keterbatasan sumber daya, kebutuhan pelatihan guru, dan resistensi orang tua. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model empiris implementasi pendidikan multikultural yang mengintegrasikan nilai-nilai universal Islam dengan prinsip keberagaman, mengoperasionalisasikan konsep Rahmatan Lil Aalamiin dalam praktik pendidikan inklusif.
References
Brokalaki, Z., & Comunian, R. (2021). Beyond the hype: Art and the city in economic crisis. City, 25(3-4), 396–418.
Caniglia, G., Luederitz, C., von Wirth, T., Fazey, I., Martín-López, B., Hondrila, K., König, A., von Wehrden, H., Schäpke, N. A., Laubichler, M. D., & Lang, D. J. (2021). A pluralistic and integrated approach to action-oriented knowledge for sustainability. Nature Sustainability, 4, 93–100. https://doi.org/10.1038/s41893-020-00616-z
Coll-Martínez, E., & Méndez-Ortega, C. (2023). Agglomeration and coagglomeration of co-working spaces and creative industries in the city. European Planning Studies, 31(3), 445–466.
Evans, G. (2017). Creative cities–an international perspective. In The SAGE handbook of new urban studies (pp. 311–329).
Gross, J., & Wilson, N. (2019). Creating the environment: The cultural eco-systems of creative people and places. Creative People and Places. http://www.creativepeopeoplaces.org.uk/our-learning/creatingenvironment
Kothari, A., Salleh, A., Escobar, A., Demaria, F., & Acosta, A. (2019). Pluriverse: A post-development dictionary. Tulika Books.
Shafer-Landau, R. (2019). Living ethics: An introduction with readings. Oxford University Press.
Vivant, E. (2013). Creatives in the city: Urban contradictions of the creative city. City, Culture and Society, 4(2), 57–63.
Wilson, N., & Gross, J. (2024). Beyond "policy-based" cultural governance: Caring for cultural needs. In Cultural governance (pp. 62–80). Routledge.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Asep Ridwanuloh, Nia Fitriani, N. Ai St Minhatul Faridah, Ahmad Sukandar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







