Peran Pendidikan Kerohanian dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja: Studi Literatur

Authors

  • Winda Novita Warouw Universitas Klabat, Manado
  • Juwinner Dedy Kasingku Universitas Klabat, Manado
  • Edwin Melky Lumingkewas Universitas Klabat, Manado

DOI:

https://doi.org/10.56916/ejip.v4i3.1397

Keywords:

Kesehatan Mental, Orang Muda, PAK

Abstract

Dewasa ini, orang muda sering menghadapi berbagai tantangan hidup yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental mereka. Mulai dari beban akademik, pencarian identitas, hingga penaruh media sosial dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada perkembangan mental mereka. Kondisi ini dapat memicu gangguan mental seperti stres, kecemasan, maupun depresi. Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran yang penting dalam menolong para orang muda untuk dapat membentuk dan mempertahankan kesehatan mental melalui aspek kerohanian, moral, maupun sosial. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan untuk mendapatkan apa saja kontribusi PAK dalam menjaga kesehatan mental remaja. Hasil menunjukan bahwa PAK tidak hanya berperan memberikan pengajaran rohani, tetapi juga dapat memberikan penguatan karakter, memberi arah dan tujuan hidup, dan mengembangkan kecerdasan emosional orang muda. Kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor biologis, psikologis, dan lingkungan sosial dimana orang muda tinggal. Melalui peran guru PAK sebagai pendamping dan dapat menerapkan metode pembelajaran interaktif seperti Think-Pair-Share, serta pendekatan pastoral, para orang muda dapat dibantu untuk bagaimana mengelola emosi mereka dan dapat membangun hubungan satu dengan yang lain secara sehat. Kesimpulannya, PAK memiliki kemampuan dalam mendukung kesehatan mental generasi muda dengan menyediakan pembelajaran secara kerohanian dan emosional secara efektif dan relevan, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan secara seimbang dan bermakna.

References

Aloysius, S., & Salvia, N. (2021). Analisis kesehatan mental mahasiswa perguruan tinggi x pada awal terjangkitnya covid-19 di indonesia. Jurnal Citizenship Virtues, 1(2), 83–97. https://doi.org/10.37640/jcv.v1i2.962

Amina, D. R., & Rahmiati, R. (2023). Hubungan status sosial orang tua dengan masalah kesehatan mental membimbing anak pada masa pandemi. Research and Development Journal of Education, 9(1), 22. https://doi.org/10.30998/rdje.v9i1.13829

Angel, G., Lebang, T. R., Miranda, G., Pondi’, M., & Banna’, H. (2024). Pengembangan model bimbingan konseling kristn untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Adiba: Journal of Education, 4(3), 442–452.

Aprilia, E. S., Alfreda, A. Z., Jannah, A., Solikhah, M., & Pradana, H. H. (2023). Dampak toxic parents terhadap kesehatan mental remaja akhir. Psycho Aksara : Jurnal Psikologi, 1(2), 210–225. https://doi.org/10.28926/pyschoaksara.v1i2.1037

Astuti, N. P. E., & Purnama Sari, N. P. A. (2023). Tingkat perhatian guru sekolah dasar terhadap kebutuhan aspek psikologis siswa dalam pembelajaran. Jurnal Basicedu, 7(6), 3622–3629. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i6.6437

Ayuningtyas, D., & Rayhani, M. (2018). Analisis situasi kesehatan mental pada masyarakat di Indonesia dan strategi penanggulangannya. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(1), 1–10.

Barus, G. (2022). Hasil survei i-namhs: satu dari tiga remaja indonesia memiliki masalah kesehatan mental. Universitas Gadjah Mada. https://ugm.ac.id/id/berita/23086-hasil-survei-i-namhs-satu-dari-tiga-remaja-indonesia-memiliki-masalah-kesehatan-mental/

Bray, N. J., & O’Donovan, M. C. (2018). The genetics of neuropsychiatric disorders. Brain and Neuroscience Advances, 2. https://doi.org/10.1177/2398212818799271

Cherewick, M., Doocy, S., Tol, W., Burnham, G., & Glass, N. (2016). Potentially traumatic events, coping strategies and associations with mental health and well-being measures among conflict-affected youth in Eastern Democratic Republic of Congo. Global Health Research and Policy, 1(1), 8. https://doi.org/10.1186/s41256-016-0007-6

Damanik, F. H. S. (2024). Peran bimbingan konseling pada sekolah ramah anak dalam memberikan dukungan emosional di sekolah menengah atas. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(2), 2433–2442. https://doi.org/10.58230/27454312.559

Eko. (2023). 6,1 % penduduk usia 15 tahun ke atas alami gangguan kesehatan mental. School Media News.

Fadhilah, A. A. N., Nasichah, Alviyanti, D., & Husny, M. R. R. (2023). Pengaruh dukungan teman sebaya terhadap kesehatan mental mahasiswa bpi uin kakarta. Raziq: Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 174–178.

Farhadi, A., Bahreini, M., Moradi, A., Mirzaei, K., & Nemati, R. (2022). The predictive role of coping styles and sense of coherence in the post-traumatic growth of mothers with disabled children: a cross-sectional study. BMC Psychiatry, 22(1), 708. https://doi.org/10.1186/s12888-022-04357-5

Gulo, Y., Lidya S, D., Wenda, Y., & Kristian Zega, Y. (2022). Pengaruh pendidikan agama kristen di sekolah terhadap pembentukan karakter siswa. Real Didache: Journal of Christian Education, 2(2), 113–122. https://doi.org/10.53547/rdj.v2i2.169

Halawa, A. M., Koamesakh, A. E., Wasiyono, N., & Boiliu, F. M. (2022). Penerapan metode think pair share dalam pembelaran pendidikan agama kristen untuk meningkatkan sikap menghargai siswa. Jurnal Basicedu, 6(4), 6742–6753. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.2947

Intarti, E. R. (2016). Peran guru pendidikan agama kristen sebagai motivator. Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 1(2), 28–40. https://doi.org/10.33541/rfidei.v1i2

Kasingku, J. D., & Woy, J. T. L. (2024). Dukungan pendidikan agama kristen dan gereja dalam menjaga kesehatan Mental remaja. Jurnal Educatio Fkip Unma, 10(3). https://doi.org/10.31949/educatio.v10i3.8626

Kasingku, J., & Sanger, A. H. F. (2023). Pengaruh pendidikan karakter terhadap moralitas remaja di era digital. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 6096–6110. https://doi.org/10.23969/jp.v8i2.10220

Lahtang, L. E., & Saefatu, M. (2024). Peran pendidikan agama kristen keluarga untuk mengatasi toxic relationship di kalangan mahasiswa iakn kupang. Apostolos: Journal of Theology and Christian Education, 4(1), 1–12. https://doi.org/10.52960/a.v4i1.221

Legi, H., & Sibarani, H. (2023). Problematika pendidikan kristen di indonesia di tengah kemerosotan moral. Tevunah: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1(2), 166–181. https://doi.org/10.59361/tevunah.v1i2.13

Littleton, H., Horsley, S., John, S., & Nelson, D. V. (2007). Trauma coping strategies and psychological distress: A meta‐analysis. Journal of Traumatic Stress, 20(6), 977–988. https://doi.org/10.1002/jts.20276

Lotulung, M. S. D., & Kasingku, J. (2024). Dampak tindakan perundungan terhadap perkembangan mental siswa serta pencegahannya. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(3), 951–965. https://doi.org/10.23969/jp.v9i3.18379

Machado, V. A., Volchan, E., Figueira, I., Aguiar, C., Xavier, M., Souza, G. G. L., Sobral, A. P., de Oliveira, L., & Mocaiber, I. (2020). Association between habitual use of coping strategies and posttraumatic stress symptoms in a non-clinical sample of college students: A Bayesian approach. Plos One, 15(2), e0228661. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0228661

Magomedova, A., & Fatima, G. (2025). Mental health and well-being in the modern era: a comprehensive review of challenges and interventions. Cureus. https://doi.org/10.7759/cureus.77683

Mardivta, H. (2024). Penerapan metode forward chaining dan certainty factor untuk mengetahui gangguan mental pada remaja. Jurnal CoSciTech (Computer Science and Information Technology), 5(1), 215–224. https://doi.org/10.37859/coscitech.v5i1.6716

Messakh, J. J., Boiliu, E. R., Rantung, D. A., & Naibaho, L. (2023). Peran pendidikan agama kristen dalam membangun moderasi beragama di era 5.0. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(5), 2160–2172. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i5.5678

Putri, A. W., Wibhawa, B., & Gutama, A. S. (2015). Kesehatan mental masyarakat indonesia (pengetahuan, dan keterbukaan masyarakat terhadap gangguan kesehatan mental). Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2). https://doi.org/10.24198/jppm.v2i2.13535

Rendi, R., Sinaga, G. M., & Tapilaha, S. R. (2024). Peran pendidikan agama kristen dalam pembentukan karakter dan etika berbasis nilai-nilai kristen. Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen Dan Katolik, 2(1), 134–144. https://doi.org/10.61132/jbpakk.v2i1.204

Rozali, Y. A. (2021). Meningkatkan kesehatan mental di masa pandemic. Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas, 7(2), 109–113.

Rufaida, S. A., Wardani, I. Y., & Utami, R. (2021). Dukungan sosial teman sebaya dan masalah kesehatan jiwa pada remaja. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 4(1), 175–184. https://doi.org/10.32584/jikj.v4i1.929

Salsabila, D. F., Hidayat, I. N., & Ramdani, Z. (2022). Stres akademik dan perceived social support sebagai prediktor kesehatan mental remaja akhir. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP), 8(2), 173. https://doi.org/10.22146/gamajpp.76711

Schimelpfening, N. (2024). The chemistry of depression. Verrywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-chemistry-of-depression-1065137

Sembiring, E. E., & Hermanto, Y. P. (2023). Generasi muda kristen unggul dalam karakter melalui kesehatan mental. Vox Dei: Jurnal Teologi Dan Pastoral, 4(2), 238–252. https://doi.org/10.46408/vxd.v4i2.414

Simanjuntak, W., Simanjuntak, L., Gajah, R. A., Hutapea, L. K., & Mariana, S. (2025). Karakter membangun kristen dalam perspektif filsafat pendidikan agama kristen. Teacher Journal: Teaching and Learning Journal of Mandalika, 6(1), 248–254. https://doi.org/10.36312/teacher.v6i1.4155

Sirait, J. R., & Istinatun, H. N. (2022). Analisis relevansi pendidikan agama kristen di universitas. Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin, 2(1), 26–33. https://doi.org/10.58707/jipm.v2i1.120

Smith, N. A., & Pius X, I. S. (2023). Peran gereja dalam menanggapi isu kesehatan mental. Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama Dan Filsafat, 2(1), 153–161. https://doi.org/10.55606/sinarkasih.v2i1.255

Sriyati, S., & Nakamnanu, E. H. (2021). Peran guru dalam menerapkan pendidikan agama kristen untuk menumbuhkan iman kristen anak sejak dini. Shamayim: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 1(1), 14–28. https://doi.org/10.51615/sha.v1i1.2

Sulaeman, E. S., Murti, B., & Waryana, W. (2015). Peran kepemimpinan, modal sosial, akses informasi serta petugas dan fasilitator kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan. Kesmas: National Public Health Journal, 9(4), 353. https://doi.org/10.21109/kesmas.v9i4.749

Sumiati, T., Analisa, A., & Tapilaha, S. R. (2024). Pentingnya pendidikan agama kristen (pak) dalam pembentukan karakter mahasiswa. Jurnal Magistra, 2(2), 130–141. https://doi.org/10.62200/magistra.v2i2.103

Wahyuni, S. (2023). Peran fundamental guru pendidikan agama kristen sebagai gembala dan pemimpin rohani bagi peserta didik. Jurnal Excelsior Pendidikan, 4(1), 12–25. https://doi.org/10.51730/jep.v4i1.37

Wally, M. F., & Nenabu, G. (2025). Strategi manajemen konflik berbasis nilai-nilai pendidikan agama kristen bagi siswa sekolah dasar. Imitatio Christo : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 1(2), 145–159. https://doi.org/10.63536/imitatiochristo.v1i2.10

Widiyana, E. (2022). Hari kesehatan jiwa sedunia: remaja paling rentan alami gangguan kejiwaan. Detikjatim.

Downloads

Published

2025-07-08

How to Cite

Warouw, W. N., Kasingku, J. D., & Lumingkewas, E. M. (2025). Peran Pendidikan Kerohanian dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja: Studi Literatur. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(3), 724–733. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i3.1397

Issue

Section

Articles