Percaya Kepada Allah dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Mental Orang Muda
DOI:
https://doi.org/10.56916/ejip.v4i4.2054Keywords:
percaya, mental, orang mudaAbstract
Krisis kesehatan mental pada orang muda meningkat secara global, sementara iman Kristen berpotensi menjadi faktor protektif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran iman Kristen dalam memelihara kesehatan mental orang muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur. Data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis pada Google Scholar, PubMed, dan PsycINFO dengan kriteria publikasi 2014-2024. Analisis konten tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dan tema utama. Penelitian mengidentifikasi empat mekanisme protektif iman terhadap kesehatan mental: pembentukan pola pikir positif (dimensi psikologis), regulasi emosional efektif (dimensi emosional), penyediaan dukungan sosial (dimensi sosial), dan pemberian makna hidup (dimensi spiritual). Iman yang terpelihara melalui doa, pembacaan Alkitab, kerinduan akan Roh Kudus, dan ketaatan berfungsi sebagai faktor protektif. Sebaliknya, iman yang tidak terpelihara mengakibatkan hilangnya kedamaian batin, kemerosotan moral, dan rendahnya ketahanan mental. Iman Kristen berperan multidimensional dalam memelihara kesehatan mental orang muda melalui mekanisme psikologis, emosional, sosial, dan spiritual. Pengembangan intervensi berbasis iman yang mengintegrasikan sumber daya spiritual dengan prinsip psikologis diperlukan untuk mendukung kesejahteraan mental orang muda.
References
Cahyami, R. (2023). Pendeta dan tantangan zaman: Membaca kepemimpinan pendeta di era krisis moral dalam perspektif kepemimpinan Habakuk. Teologis-Relevan-Aplikatif-Cendikia-Kontekstual, 2(2), 42-58.
Cook, C. C. H., Powell, A., & Sims, A. (2018). Spirituality and psychiatry. Royal College of Psychiatrists.
Daryanto, D., Atmojo, J., Sayekti, S., Sunaryanti, H., Rejo, R., & Widiyanto, A. (2022). Pengaruh kesehatan spiritual terhadap kesehatan mental mahasiswa STIKES Mamba'ul Ulum Surakarta. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(3), 479-488.
Febriani, G., & Fikry, Z. (2023). Rancangan intervensi: Psikoedukasi sebagai upaya meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan mental. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2), 1858-1863.
Febrianto, T., Livana, P. H., & Indrayati, N. (2019). Peningkatan pengetahuan kader tentang deteksi dini kesehatan jiwa melalui pendidikan kesehatan jiwa. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 1(1), 33-40.
Gea, Y. I. (2020). Iman orang percaya dalam menghadapi tantangan dan pergumulan hidup. IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 1(1), 25-32.
Gustaman, A. G. (2024). Kesehatan mental dan hubungan sosial: Bagaimana menjaga keseimbangan. https://rsjrw.id/artikel/kesehatan-mental-dan-hubungan-sosial-bagaimana-menjaga-keseimbangan
Hasan, M., & Mud'is, H. (2022). Pengaruh pikiran positif terhadap kesehatan mental: Suatu analisis konseptual. Fastabiq: Jurnal Studi Islam, 3(1), 40-55.
Hasanah, R. (2021). Kenakalan remaja sebagai salah satu bentuk patologi sosial (penyakit masyarakat). Jurnal Caktrawala Ilmia, 1(3), 343-354.
Jawamara, M. N. (2020). Memahami konsep iman dan perbuatan menurut Yakobus: Suatu studi eksegesis Yakobus 2:26. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 1(2), 116-128.
Kasingku, J. D., & Woy, J. T. L. (2024). Dukungan pendidikan agama Kristen dan gereja dalam menjaga kesehatan mental remaja. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 10(3). https://doi.org/10.31949/educatio.v10i3.8626
Kim, J., & Seidlitz, L. (2002). Spirituality moderates the effect of stress on emotional and physical adjustment. Personality and Individual Differences, 32(8), 1377-1390. https://doi.org/10.1016/S0191-8869(01)00128-3
Koenig, H. G., & Al-Shohaib, S. (2019). Religiosity and mental health in Islam. In H. S. Moffic, J. Peteet, A. Z. Hankir, & R. Awaad (Eds.), Islamophobia and psychiatry (pp. 55-65). Springer.
Mahulauw, R. (2019). Manisnya hidup dengan iman. Elex Media Komputindo.
Manik, F., Pasaribu, C. N., & Butar-Butar, G. M. (2024). Refleksi iman dalam menghadapi penderitaan: Studi kasus Ayub 1:20-22. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 3(2), 1129-1138.
McGorry, P., Gunasiri, H., Mei, C., Rice, S., & Gao, C. X. (2024). The youth mental health crisis: Analysis and solutions. Frontiers in Psychiatry, 15, Article 1517533. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2024.1517533
Moreira-Almeida, A., Neto, F. L., & Koenig, H. G. (2006). Religiousness and mental health: A review. Revista Brasileira de Psiquiatria, 28(3), 242-250.
Mukti, G., Deak, V., Chukwu, S., & Tarigan, S. (2022). Peran dan fungsi orang tua Kristen dalam pembentukan iman anak. Journal of Industrial Engineering & Management Research, 3(3), 134-139.
National Institutes of Health. (2022). Emotional wellness toolkit. https://www.nih.gov/health-information/emotional-wellness-toolkit
Nendissa, J. (2021). Peran kitab keagamaan terhadap perkembangan iman pemuda gereja dalam pendidikan Kristen. Didaskalia: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 2(2), 44-55.
Nicolas, D. G., Butarbutar, A. B., Purba, R., Napitupulu, S., & Wowor, V. R. (2022). Analisis iman yang hidup dalam kekristenan berdasarkan Yakobus 2:17-20. Jurnal Multidisiplin Madani, 2(7), 3315-3322.
Office of the Surgeon General. (2021). Protecting youth mental health: The U.S. Surgeon General's advisory. U.S. Department of Health and Human Services.
Pratiwi, E. H. R. (2020). Pandangan masyarakat terhadap bunuh diri melalui peran agama di Indonesia. Jurnal Cakrawala, 9(2), 167-184.
Ridlo, I. A. (2020). Pandangan Islam terhadap kesehatan mental. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, 5(1), 1-15.
Riswan, R., & Ndruru, F. (2022). Argumentasi teologis tentang dampak dosa terhadap pikiran. Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi, 5(2), 152-165.
Safaria, T. (2018). Perilaku keimanan, kesabaran dan syukur dalam memprediksi subjective wellbeing remaja. Humanitas, 15(2), 127-139.
Satria, I., & Malik, M. (2023). Iman Kristen yang menyelamatkan. Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat, 1(2), 40-59.
Sharma, V., Marin, D. B., Koenig, H. K., Feder, A., Iacoviello, B. M., Southwick, S. M., & Pietrzak, R. H. (2023). Religiosity and spirituality in the prevention and management of depression and anxiety in young people: A systematic review and meta-analysis. BMC Psychiatry, 23(1), Article 742. https://doi.org/10.1186/s12888-023-05091-2
Siby, R., & Kasingku, J. D. (2024). Pengaruh rekreasi sebagai sarana pendidikan dalam meningkatkan kesehatan mental siswa. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 10(2), 416-424. https://doi.org/10.31949/educatio.v10i2.7851
Sihombing, R. (2019). Kemerosotan moral pemuda ditinjau dari perspektif Alkitab dan implikasinya pada masa kini. Kerugma: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 17-28.
Situmorang, M. N. (2021). Pendidikan Kristen dan karakter. Jurnal Kadesi, 3(2), 28-42.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa. https://peraturan.bpk.go.id/Details/38646/uu-no-18-tahun-2014
Wahyuni, S., & Bariyyah, K. (2019). Hubungan kesehatan spiritual dengan kualitas hidup pada lansia. Journal of Islamic Nursing, 4(1), 25-32.
Wardana, J. W., & Tarihoran, D. E. (2023). Peran iman dalam pembentukan karakter remaja Kristen. Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 5(1), 78-89.
Welan, D. C., Wangean, C. N., & Kasingku, J. D. (2023). Integrasi pendidikan rohani: Pengaruh membaca Firman terhadap kesehatan mental. Journal on Education, 6(1), 7858-7867.
White, E. G. (1996). Kepemimpinan Kristen. Indonesia Publishing House.
White, E. G. (2012). Alfa dan Omega jilid 5: Kerinduan segala zaman. Indonesia Publishing House.
Wijaya, H. (2019). Analisis data kualitatif: Sebuah tinjauan teori & praktik. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.
World Health Organization. (2017). Depression and other common mental disorders: Global health estimates. https://www.who.int/publications/i/item/depression-global-health-estimates
World Health Organization. (2022). Mental health: Strengthening our response. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-response
Yonker, J. E., Schnabelrauch, C. A., & DeHaan, L. G. (2012). The relationship between spirituality and religiosity on psychological outcomes in adolescents and emerging adults: A meta-analytic review. Journal of Adolescence, 35(2), 299-314.
Yuliatun, I., & Megawati, P. (2021). Terapi pemaafan untuk meningkatkan kesehatan mental individu: Studi literatur. Motiva: Jurnal Psikologi, 4(2), 90-97.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 James Jonah Watopa, Juwinner Dedy Kasingku

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







